Samut Sakhon di Lockdown Setelah Kasus Mencapai 500

Samut Sakhon sedang di lockdown dengan jam malam dari pukul 22.00 hingga 05.00 hingga tanggal 3 Januari karena lebih dari 500 kasus Covid-19 diketahui di hari Sabtu.

Image Source: Kumparan

Jika masyarakat ingin berpergian dari provinsi juga dilarang.

Dr Opas Karnkawinpong, Direktur-Jenderal dari the Department of Disease Control, mengatakan ada 12 kasus lokal yang dilaporkan pada awal hari dan sudah meningkat ke angka 549 setelah pemeriksaan dilakukan ke 1,192 orang di provinsi. Kebanyakan adalah pekerja migran dari Myanmar.

“Tingginya presentasi penularan sebesar 43% dari orang yang sudah dites dan 90% diantaranya tidak bergejala,” katanya pada saat briefing di sebuah televisi hari Sabtu jam 9 malam.

“Sementara ada kemungkinan tertular pada saat di keramaian pada pasar udang, mereka adalah grup yang tidak mudah terkena Covid-19 karena usia pekerja dan sehat.”

Kementerian Kesehatan Masyarakat, bisa menjaga situasi karena ruang lingkupnya kecil.

Dr Opas menyarankan masyarakat di Samut Sakhon untuk menghindari berpergian ke provinsi lain.

Semua yang sudah mengunjungi pasar udang dari 1 Desember juga disarankan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Jika mereka terkena demam, batuk, sakit tenggorokan atau kehilangan indra penciuman atau perasa, harus segera mencari bantuan medis,” kata Dr Opas.

Pusat pengolahan makanan laut di bagian barat Bangkok sudah terhindar dari kasus Covid-19 selama 250 hari hingga minggu ini.

Gubernur Samut Sakhon Weerasak Wijitsaengsri mengatakan bahwa kenaikan ini benar-benar di luar ekspektasi.

Waspada Covid-19 akan tetap ada hingga 3 Januari, Talad Klang Kung atau Pasar Utama Udang dan Asrama Sri Muang dijadikan sebagai area yang tidak boleh dikunjungi agar operasi kontrol penyakit bisa dilaksanakan, kata Mr Weerasak.

Lokasi lain di dalam provinsi akan ditutup sementara termasuk segala tempat hiburan, stadium olahraga, stadium tinju, sekolah, dan beberapa institusi pendidikan, sekolah tutorial, mal, bioskop, dan spa.

Restoran dan beberapa tempat lain hanya diperbolehkan menjual makanan takeaway, sedangkan supermarket akan ditutup dari pukul 22.00 hingga 05.00.

Tetapi, pemilihan lokal akan tetap berjalan pada hari Minggu sesuai dengan rencana, bersamaan dengan provinsi lainnya.

Kenaikan kasus di provinsi ini menjadi yang terbanyak di Thailand dalam satu hari sejak ada pandemi. Mulai dari Sabtu pagi, Thailand sudah melaporkan 4,331 kasus, menjadi peringkat 152 di dunia.

Infeksi pertama di Samut Sakhon diketahui pada awal minggu ketika wanita berusia 67 tahun pemilik salah satu toko di pasar terkena Covid-19. Dia tidak pernah meninggalkan Thailand. 8 infeksi lain yang dihubungkan dengannya, ada tiga anggota keluarga dan lima pekerja pasar, semuanya adalah warga negara Thailand dan Myanmar.

Industri makanan laut di Samut Sakhon memperkerjakan beribu-ribu pekerja migran dari Myanmar. Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul menyarankan pada hari Jumat bahwa infeksinya bisa berasal dari komunitas lokal pekerja migran, karena kasus di Myanmar cukup meningkat dari bulan September.

Pada hari Jumat, Myanmar dikabarkan ada 114,000 infeksi dan 2,400 kematian.

Moe Kyaw Thu dari yayasan the Raks Thai, yang mengadakan tes Covid, berharap agar bisa melakukan tes pada 4,000 orang pada akhir minggu di Mahachai, lokasi pasar tersebut.

“Populasi di Mahachai kira-kira 70% warga negara Thailand dan 30% pekerja migran, bisa jadi penularan terjadi karena pekerja migran, kebanyakan dari Myanmar,” katanya.

Beberapa jam sebelum kasus meningkat, juru bicara untuk the Centre for Covid-19 Situation Administration (CCSA) mengatakan bahwa tidak perlu melakukan lockdown tetapi langkah lain akan diambil jika kasus terus meningkat.

“Jika angka kasus tidak turun (Minggu) atau sehari setelahnya dan menjadi penularan tanpa sebab, maka akan ada peraturan mulai dari mudah hingga susah untuk mengatur kembali, kata Dr Taweesilp Visanuyothin.”

To see the original news release, click : Samut Sakhon locked down as new cases top 500 For more information about, visit : https://bangkokpost.com

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published.