Clubhouse digunakan Sebagai Aksi Protes Pemerintah

Aplikasi yang baru-baru ini populer diberbagai negara dengan berbasis obrolan suara. Di Thailand juga sangat populer digunakan, namun platform ini digunakan oleh para aktivis pro-demokrasi yang membantah kepada pemerintah. Tanggal 17 Februari 2021 kemarin pemerintah Thailand memberi peringatan kepada para pengguna untuk berhati-hati dalam menggunakannya.

BeritaSatu.com

Tahun 2020 silam pemerintahan Thailand diguncang oleh demonstrasi untuk menuntut Perdana Mentri Prayuth Chan-ocha untuk mundur dari jabatannya. Aksi protes ini masih berlangsung namun gerakannya sudah mulai surut. Populernya Clubhouse di Thailand membuat beberapa aktivis menggunakan aksi kampanye untuk melawan pemerintah.

Pernyataan Puttipong Punnakanta, yang merupakan seorang Mentri Ekonomi Digital Thailand “polisi dan pejabat akan melanjutkan tindakan hukum kepada mereka yang menggunakan sarana platform untuk menyebarkan berita palsu.”

Pinterest.com/behance

Seorang aktivis yang berada di Jepang ini membuka obrolan di Clubhouse dan telah menarik banyak pendengar. Aktvitis politik mengatakan bahwa pemerintah saat ini mulai ketakutan dengan adanya media sosial yang baru.

Aktivis menggunakan platform ini untuk melatih keberanian mengabarkan kritik mereka terhadap pemerintah dan monarki yang dianggap menindas. Protes monarki yang dilakuka tahun lalu ada puluhan aktivis yang telah ditangkap, dan diperkirakan totalnya ada 59 orang.

To see the original news release, click : Thai users of Clubhouse app warned about political content For more information about, visit : https://apnews.com

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published.