Pandangan NSC untuk Berjalannya Lockdown Ketiga

Jam malam lebih awal, diperbolehkannya travel antar provinsi, dan pembukaan kembali sekolah dengan dikuranginya guru tiap sekolah akan menjadi kelanjutan dari pengurangan kegiatan lockdown ini.

Image Source: REUTERS/Jorge Silva

Sedangkan the Centre for Covid-19 Situation Administration (CCSA) pada hari Jumat memberi masukan agar memperpanjang status keadaan darurat hingga bulan depan.

Pada rapat yang diselenggarakan, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, yang mengatur CCSA, menyuruh the National Security Council (NSC) untuk mempertimbangkan lagi kelanjutan dari pengurangan kegiatan lockdown ketiga, info ini didapatkan dari Menteri Kebudayaan yaitu Itthiphol Kunplome yang saat itu ikut menghadiri rapat.

Dikatakan bahwa mungkin untuk fase ketiga ini akan ada pengurangan jam malam dari tengah malam sampai jam 4 pagi, travel antar provinsi, dan hotel dibuka kembali.

Minggu lalu, the CCSA mengurangi jam malam dari jam 22.00-04.00 menjadi 23.00-04.00, dan juga pusat perbelanjaan serta bisnis tertentu buka kembali.

Mr Itthiphol mengatakan bahwa the NSC akan mengadakan pertemuan kembali pada tanggal 27 Mei atau 28 Mei.

Dikatakan oleh Menteri Pendidikan Nataphol Teepsuwan, sekolah dengan asrama dan sekolah internasional akan dicoba untuk pembukaan kembali pada tanggal 1 Juni, sedangkan untuk semua sekolah akan diadakan pada tanggal 1 Juli.

“Tetapi, Gen Prayut mengatakan adanya ketakutan untuk membuka kembali sekolah dan juga akan menjadi susah untuk melakukan physical distancing antara murid dan guru untuk mengurangi penularan dari Covid-19”, kata Mr Itthiphol.

Maka dari itu, Menteri Pendidikan memutuskan untuk mengurangi skala dari guru dan murid tiap kelas dari 1:20 menjadi 1:7.

Juru Bicara CCSA yaitu Dr Taweesilp Visanuyothin mengatakan kepada media pada hari Jumat bahwa di rapat yang sudah dilakukan semua setuju untuk memperpanjang status keadaan darurat mulai dari akhir bulan ini hingga akhir bulan Juni, sesuai dengan masukan dari the NSC.

Dr Taweesilp mengatakan bahwa perpanjangan ini sangat penting karena Thailand masih berjuang untuk melawan Covid-19 dan menghindari virus lain yang bisa terbawa dari luar negeri.

Kamis depan, kabinet akan melakukan pengesahan terhadap perpanjangan status keadaan darurat ini. Dr Taweesilp mengatakan bahwa pengurangan lockdown akan dilakukan secara bertahap. Ide untuk mengurangi jam malam didapat dari Chief of Defence Forces Gen Pornpipat Benyasiri pada hari Jumat.

Pengurangan jam malam ini akan dibahas kembali pada Jumat yang akan datang, ketika pengurus CCSA akan memikirkan untuk membuka kembali bisnis lainnya pada tanggal 1 Juni.

“Akan bisa dikurangi lagi untuk jam malam oleh the CCSA. Untuk durasinya akan dibahas lagi pada saat meeting”, kata Dr Taweesilp.

Tetapi kembali lagi kepada masyarakat untuk pengurangan jam malam karena tergantung apakah sudah mengikuti peraturan yang berhubungan dengan pengontrolan Covid-19. Dr Taweesilp juga tidak mengatakan bisnis apa saja yang diperbolehkan untuk buka kembali di bulan depan.

Dikatakan juga selama 24 jam terakhir tidak ada kasus baru yang berhubungan dengan Covid-19, tetapi masyarakat tetap harus waspada karena masih ada yang terinfeksi.

Dari tanggal 8 Mei sampai 21 Mei, 45 orang dinyatakan positif. 20 orang terkena virusnya pada saat kembali dari luar negeri dan langsung dikarantina di Thailand. 25 orang lainnya terkena di dalam negeri.

25 orang yang terkena, 11 diantaranya melakukan kontak langsung dengan orang di kasus yang sudah dilaporkan, 6 orang karena di tes langsung, 5 telah mendatangi pusat keramaian, dan 3 orang yang bekerja di profesi yang berisiko.

“Orang yang terinfeksi ini tetap menjalani kehidupan sehari-hari dan ini menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang terkena Covid-19. Jadi, orang tidak bisa bertindak seenaknya,” kata Dr Taweesilp.

Sebanyak 3,037 kasus lokal Covid-19, 2,910 kasus telah sembuh dan 71 pasien masih menetap di rumah sakit. Untuk kematian masih tetap di angka 56.

To see the original news release, click : NSC eyes Stage-3 lockdown lift For more information about, visit : https://bangkokpost.com

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published.