Demonstran Padati Victory Monument Bangkok Paska New Normal di Thailand

Para demonstran memadati Victory Monument di Bangkok untuk menyuarakan pendapat mereka. Demo ini menjadi perkumpulan massa terbesar di Thailand paska penerapan New Normal akibat Covid-19.

Dilansir dari Bangkokpost, ada 3 tuntutan utama yang disuarakan oleh para demonstran:

source: bangkokpost.com
  • Menuntut mundur pemerintah dan pembubaran parlemen Thailand
  • Amandemen atau penulisan kembali peraturan konstitusi di Thailand
  • Kebebasan pendapat untuk mengkritik pemerintahan bagi setiap warga Thailand

Tampak aktivis dari grup bernamakan Free Youth pada demo yang pecah hari Sabtu, 18 Juli 2020 lalu itu. Dihadiri pula aktivis dari Eastern Youth for Democracy dan Student Union of Thailand.

Selain menyuarakan tiga tuntutan diatas, demo ini juga diwarnai protes terhadap penanganan Covid-19 masa pemerintahan Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha. Mereka mengklaim, pemerintah tidak efektif menangani kasus Covid-19.

source: https://www.instagram.com/freeyouth.ig/

Sekitar 500 ribu warga Thailand kehilangan pekerjaan mereka akibat pandemi ini. Tuntutan lain adalah kebebasan pendapat bagi warga Thailand yang selama ini dikekang oleh pemerintah.

Pada demonstrasi ini juga, para demonstran menyorot monumen dan patung konstitusi di Victory Monument yang menjadi tempat mereka berkumpul dengan kamera ponsel. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan betapa gelapnya demokrasi yang ada di Thailand.

To see original news, please click : Hundreds rally for democracy

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published.